MANFAAT ANTIOKSIDA DAN EFEK DARI RADIKAL
BEBAS
Apakah antioksidan itu?
Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau
menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif
seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Senyawa antioksidan
merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan
mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal,
protein, dan lemak. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang dapat memberikan
elektronnya kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya
dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas (Murray, 2009).
Manfaat Antioksidan
Antioksidan mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh
manusia karena fungsinya dapat menghambat dan menetralisir terjadinya reaksi
oksidasi yang melibatkan radikal–radikal bebas. Mekanisme hambatan dari
antioksidan biasanya terjadi pada saat reaksi-reaksi inisiasi atau propagasi
pada reaksi oksidasi lemak atau molekul lainnya di dalam tubuh dengan cara
menyerap dan menetralisir radikal bebas atau mendekomposisi peroksida (Zheng
dan Wang, 2009).
Jenis Antioksidan
Dalam melawan bahaya radikal bebas baik radikal bebas eksogen maupun
endogen, tubuh manusia telah mempersiapkan penangkal berupa sistem antioksidan
yang terdiri dari 3 golongan yaitu
- Antioksidan Primer yaitu antioksidan yang berfungsi mencegah pembentukan radikal bebas selanjutnya (propagasi), antioksidan tersebut adalah transferin, feritin, albumin.
- Antioksidan Sekunder yaitu antioksidan yang berfungsi menangkap radikal bebas dan menghentikan pembentukan radikal bebas, antioksidan tersebut adalah Superoxide Dismutase (SOD), Glutathion Peroxidase (GPx) dan katalase.
- Antioksidan Tersier atau repair enzyme yaitu antioksidan yang berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak oleh radikal bebas, antioksidan tersebuta dalah Metionin sulfosida reduktase, Metionin sulfosida reduktase, DNA repairenzymes, protease, transferase dan lipase.
Sumber Antioksidan
Antioksidan berasal dari banyak sumber. Sebagian diproduksi secara alami
dalam tubuh dan sebagian lagi muncul secara alami dalam makanan yang kita
makan. Antioksidan (alami atau sintetis) bisa juga ditambahkan ke dalam makanan
yang normalnya tidak mengandung antioksidan, baik karena (dugaan) nilai
kesehatannya maupun untuk mengawetkan makanan (antioksidan juga mencegah
oksidasi dalam makanan). Berdasarkan sumbernya antioksidan yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
- Antioksidan yang sudah diproduksi di dalam tubuh manusia yang dikenal dengan antioksidan endogen atau enzim antioksidan (enzim Superoksida Dismutase (SOD),Glutation Peroksidase (GPx), dan Katalase (CAT).
- Antioksidan alami yang diperoleh dari bagian-bagian tanaman seperti kayu, kulit kayu,akar, daun, buah, bunga, biji dan serbuk sari seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E dan senyawa fenolik (flavonoid).
- Antioksidan sintetis yang banyak digunakan pada produk minuman maupun makanan kemasan yang dijual di pasaran seperti Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi Toluen (BHT), propil galat dan Tert-ButilHidroksi Quinon (TBHQ).
Apakah radikal bebas
itu?
Radikal bebas adalah molekul, atom atau gugus yang
memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada kulit terluarnya
sehingga sangat reaktif dan radikal seperti misalnya radikal bebas turunan
oksigen reaktif (Reactive Oxygen Species). Radikal bebas cukup banyak jenisnya
tapi yang keberadaannya paling banyak dalam sistem biologis tubuh adalah
radikal bebas turunan oksigen atau reactive oxygen species(ROS).
Radikal-radikal bebas ini merupakan hasil pemecahan homolitik dari ikatan
kovalensuatu molekul atau pasangan elektron bebas suatu atom. ROS merupakan
bagian dari hasil metabolisme sel normal atau sel yang terpapar zat-zat lain
yang menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan. ROS sebagian besar
merupakan hasil dari respon fisiologis (ROS endogen) yaitu hasil metabolisme
sel normal dan sebagian kecil merupakan hasil paparan dari luar tubuh (ROS eksogen)
yaitu oksigen reaktif yang berasal dari polutan lingkungan, radiasi, infeksi
bakteri, jamur dan virus.
Efek Radikal Bebas bagi Manusia
Radikal bebas di dalam tubuh merupakan hasil samping
dari proses oksidasi dan pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernafas,
metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan, dan terpapar polusi
(asap kendaraan, asap rokok, makanan, logamberat, dan radiasi matahari).
Radikal bebas akan bereaksi dengan molekul sel di sekitarnya untuk memperoleh
pasangan elektron sehingga menjadi lebih stabil, tetapi molekul sel tubuh yang
diambil elektronnya akan berubah menjadi radikal bebas. Reaksi ini akan
berlangsung terus menerus dalam tubuh dan bila tidak dihentikan akan
menimbulkan stress oksidatif yang menyebabkan suatu peradangan, kerusakan DNA
atau sel dan berbagai penyakit sepertikanker, jantung, katarak, penuaan dini,
serta penyakit degeneratif lainnya.
Keberadaan radikal bebas tidak selamanya merugikan
tubuh manusia akan tetapi ada juga yang mempunyai efek yang menguntungkan sifat
reaktif dan destruktifnya digunakan oleh sistem kekebalan tubuh. Sel-sel darah
putih tertentu, disebut fagosit, bisa menelan partikel-partikel asing, seperti
bakteri, mikroorganisme, kanker dan proses pematangan sel-sel di dalam tubuh.
Leukosit memproduksi radikal bebas untuk memusnahkan gingiva, ligamen
periodontal dan tulang alveolar dengan cara merusak DNA, mengganggu produksi
prostagladin dan merangsang pembentukan sitokin proinflamasi seperti IL-6 dan
TNF-α.
Radikal bebas dimunculkan secara alamiah oleh tubuh
kita, tetapi bisa ditambah oleh faktor - faktor seperti
stres, pola makan buruk, polusi, merokok dan alkohol. Tubuh kita bisa menangani
beberapa radikal bebas, tetapi jika terlalu banyak yang terbentuk hal itu bisa
menjebol pertahanan normal tubuh.
Antioksidan mempunyai
peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia karena fungsinya dapat
menghambat dan menetralisir terjadinya reaksi oksidasi yang melibatkan
radikal–radikal bebas. Antioksidan berasal dari banyak sumber. Sebagian
diproduksi secara alami dalam tubuh dan sebagian lagi muncul secara alami dalam
makanan yang kita makan. Antioksidan (alami atau sintetis) bisa juga
ditambahkan ke dalam makanan yang normalnya tidak mengandung antioksidan, baik
karena (dugaan) nilai kesehatannya maupun untuk mengawetkan makanan
(antioksidan juga mencegah oksidasi dalam makanan).
Referensi
Murray R. K., Granner D.K., Rodwell V.W., 2009. Biokimia Harper (Andri Hartono) Edisi 27.
Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Zheng W. and Wang S.Y., 2009. Antioxidant Activity and Phenolic Compounds in SelectedHerbs.
J.Agric.Food Chem., 49 (11) : 5165-70, ACS Publications, Washington D.C.
Parwata I Made O. A. 2016. ANTIOKSIDAN. Bali :
Universitas Udayana.
