Minggu, 28 Juni 2020

ANTIOKSIDAN DAN RADIKAL BEBAS



MANFAAT ANTIOKSIDA DAN EFEK DARI RADIKAL BEBAS


Apakah antioksidan itu?
Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Senyawa antioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas (Murray, 2009).
Manfaat Antioksidan
Antioksidan mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia karena fungsinya dapat menghambat dan menetralisir terjadinya reaksi oksidasi yang melibatkan radikal–radikal bebas. Mekanisme hambatan dari antioksidan biasanya terjadi pada saat reaksi-reaksi inisiasi atau propagasi pada reaksi oksidasi lemak atau molekul lainnya di dalam tubuh dengan cara menyerap dan menetralisir radikal bebas atau mendekomposisi peroksida (Zheng dan Wang, 2009).

Jenis Antioksidan
Dalam melawan bahaya radikal bebas baik radikal bebas eksogen maupun endogen, tubuh manusia telah mempersiapkan penangkal berupa sistem antioksidan yang terdiri dari 3 golongan yaitu 

  1. Antioksidan Primer yaitu antioksidan yang berfungsi mencegah pembentukan radikal bebas selanjutnya (propagasi), antioksidan tersebut adalah transferin, feritin, albumin.
  2. Antioksidan Sekunder yaitu antioksidan yang berfungsi menangkap radikal bebas dan menghentikan pembentukan radikal bebas, antioksidan tersebut adalah Superoxide Dismutase (SOD), Glutathion Peroxidase (GPx) dan katalase.
  3. Antioksidan Tersier atau repair enzyme yaitu antioksidan yang berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak oleh radikal bebas, antioksidan tersebuta dalah Metionin sulfosida reduktase, Metionin sulfosida reduktase, DNA repairenzymes, protease, transferase dan lipase.

Sumber Antioksidan
Antioksidan berasal dari banyak sumber. Sebagian diproduksi secara alami dalam tubuh dan sebagian lagi muncul secara alami dalam makanan yang kita makan. Antioksidan (alami atau sintetis) bisa juga ditambahkan ke dalam makanan yang normalnya tidak mengandung antioksidan, baik karena (dugaan) nilai kesehatannya maupun untuk mengawetkan makanan (antioksidan juga mencegah oksidasi dalam makanan). Berdasarkan sumbernya antioksidan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

  1.  Antioksidan yang sudah diproduksi di dalam tubuh manusia yang dikenal dengan antioksidan endogen atau enzim antioksidan (enzim Superoksida Dismutase (SOD),Glutation Peroksidase (GPx), dan Katalase (CAT). 
  2. Antioksidan alami yang diperoleh dari bagian-bagian tanaman seperti kayu, kulit kayu,akar, daun, buah, bunga, biji dan serbuk sari seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E dan senyawa fenolik (flavonoid).
  3. Antioksidan sintetis yang banyak digunakan pada produk minuman maupun makanan kemasan yang dijual di pasaran seperti Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi Toluen (BHT), propil galat dan Tert-ButilHidroksi Quinon (TBHQ).

Apakah radikal bebas itu?
Radikal bebas adalah molekul, atom atau gugus yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada kulit terluarnya sehingga sangat reaktif dan radikal seperti misalnya radikal bebas turunan oksigen reaktif (Reactive Oxygen Species). Radikal bebas cukup banyak jenisnya tapi yang keberadaannya paling banyak dalam sistem biologis tubuh adalah radikal bebas turunan oksigen atau reactive oxygen species(ROS). Radikal-radikal bebas ini merupakan hasil pemecahan homolitik dari ikatan kovalensuatu molekul atau pasangan elektron bebas suatu atom. ROS merupakan bagian dari hasil metabolisme sel normal atau sel yang terpapar zat-zat lain yang menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan. ROS sebagian besar merupakan hasil dari respon fisiologis (ROS endogen) yaitu hasil metabolisme sel normal dan sebagian kecil merupakan hasil paparan dari luar tubuh (ROS eksogen) yaitu oksigen reaktif yang berasal dari polutan lingkungan, radiasi, infeksi bakteri, jamur dan virus.

Efek Radikal Bebas bagi Manusia
Radikal bebas di dalam tubuh merupakan hasil samping dari proses oksidasi dan pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan, dan terpapar polusi (asap kendaraan, asap rokok, makanan, logamberat, dan radiasi matahari). Radikal bebas akan bereaksi dengan molekul sel di sekitarnya untuk memperoleh pasangan elektron sehingga menjadi lebih stabil, tetapi molekul sel tubuh yang diambil elektronnya akan berubah menjadi radikal bebas. Reaksi ini akan berlangsung terus menerus dalam tubuh dan bila tidak dihentikan akan menimbulkan stress oksidatif yang menyebabkan suatu peradangan, kerusakan DNA atau sel dan berbagai penyakit sepertikanker, jantung, katarak, penuaan dini, serta penyakit degeneratif lainnya.
Keberadaan radikal bebas tidak selamanya merugikan tubuh manusia akan tetapi ada juga yang mempunyai efek yang menguntungkan sifat reaktif dan destruktifnya digunakan oleh sistem kekebalan tubuh. Sel-sel darah putih tertentu, disebut fagosit, bisa menelan partikel-partikel asing, seperti bakteri, mikroorganisme, kanker dan proses pematangan sel-sel di dalam tubuh. Leukosit memproduksi radikal bebas untuk memusnahkan gingiva, ligamen periodontal dan tulang alveolar dengan cara merusak DNA, mengganggu produksi prostagladin dan merangsang pembentukan sitokin proinflamasi seperti IL-6 dan TNF-α. 
Radikal bebas dimunculkan secara alamiah oleh tubuh kita, tetapi bisa ditambah oleh faktor - faktor seperti stres, pola makan buruk, polusi, merokok dan alkohol. Tubuh kita bisa menangani beberapa radikal bebas, tetapi jika terlalu banyak yang terbentuk hal itu bisa menjebol pertahanan normal tubuh.

Kesimpulan

Antioksidan mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia karena fungsinya dapat menghambat dan menetralisir terjadinya reaksi oksidasi yang melibatkan radikal–radikal bebas. Antioksidan berasal dari banyak sumber. Sebagian diproduksi secara alami dalam tubuh dan sebagian lagi muncul secara alami dalam makanan yang kita makan. Antioksidan (alami atau sintetis) bisa juga ditambahkan ke dalam makanan yang normalnya tidak mengandung antioksidan, baik karena (dugaan) nilai kesehatannya maupun untuk mengawetkan makanan (antioksidan juga mencegah oksidasi dalam makanan).

Referensi
Murray R. K., Granner D.K., Rodwell V.W., 2009. Biokimia Harper (Andri Hartono) Edisi 27. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Zheng W. and Wang S.Y., 2009. Antioxidant Activity and Phenolic Compounds in SelectedHerbs. J.Agric.Food Chem., 49 (11) : 5165-70, ACS Publications, Washington D.C.
Parwata I Made O. A. 2016. ANTIOKSIDAN. Bali : Universitas Udayana.






Kamis, 19 Maret 2020

Manfaat Kulit Pisang Sebagai Antioksidan Kulit




Manfaat Kulit Pisang Sebagai Antioksidan Kulit


Hello everyone.... welcome back to my blog

So postingan kali ini aku akan membahas tentang antioksidan kulit yang berasal dari bahan alami. Karna ini bahan alami jadi hal pertama kali yang terlintas di kepal kalian saat mendengar kata tersebut pasti sesuatu hal yang berbau tradisional bukan ? Kalian benar sekali sobat! Ya kali ini aku bakalan membahas tentang manfaat  kulit pisang sebagai antioksidan kulit. Siapa sih yang ga tau sama kulit pisang ?. Pasti semuanya udah pernah ngeliatkan gimana kulit pisang itu bukan, bahkan bisa jadi buah pisang  adalah salah satu buah favorite kalian wkwkwk... becanda dari pada kebanyakan basa-basi lebih baik langsung aja ya kita ke inti sari dari postingan aku kali ini. Let start it !!!

Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Menurut Fessenden dan Fessenden 1986, Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan d an sangat reaktif sehingga untuk menjadi stabil ia cenderung akan mengambil elektron dari molekul lain yang menimbulkan ketidaknormalan molekul lain dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak jaringan. Oleh sebab itu diperlukan senyawa yang dapat meredam efek negatif dari radikal bebas yaitu antioksidan. Antioksidan itu sendiri merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain.

Pisang adalah sesuatu yang lumrah kalian jumpai di pasar atau lingkungan sekitar kalian. Nah tanaman ini salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yang diperlukan oleh kulit. Salah satu jenis pisang yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah pisang raja, bahkan kulit pisang raja mengandung antioksidan yang lebih tinggi dari daging buahnya. Pada umumnya buah pisang yang  dimanfaatkan sedangkan kulitnya dibuang. Hasil pengolahan pisang menjadi bahan makanan seperti keripik, sale,  dan gorengan, maupun dikonsumsi secara langsung akan menghasilkan limbah berupa kulit pisang. Pemanfaatan kulit pisang di Indonesia masih sangat terbatas, misalnya sebagai campuran pakan ternak, pupuk kandang dan kompos.

Kulit pisang merupakan sumber senyawa fenol yang merupakan salah satu antioksidan pada kanker dan penyakit hati (Someya, 2002). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rose tahun 2013 yang menguji aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak metanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum) yang dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol menyatakan bahwa fraksi metanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum) menunjukkan positif flavonoid dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekstrak metanol dan fraksi n-heksan. Flavonoid adalah kelompok senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Beberapa tahun lalu flavonoid menjadi sangat terkenal di kalangan peneliti karena dipercaya memiliki kemampuan untuk memproteksi tubuh manusia dari radikal bebas oleh kemampuan mendonasi ion hidrogennya.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan tersebut dapat kita ketahui bahwa pisang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita salah satunya kulit pisang yang bermanfaat sebagai antioksidan kulit. Sekarang kalian  sudah tahu bukan bahwa kulit pisang itu sangat bermanfaat bagi kita. Jadi teman-teman sekalian kalau memakan buah pisang kulitnya jangan langsung dibuang ya ! lebih baik kalian memanfaatkan kulit pisang itu untuk dibuat suatu produk yang berguna dan memiliki nilai jual yang tinggi dikemudian hari.

Nah sudah sampai disini ya teman-teman, kuucapkan Terimakasih dan mohon maaf jikalau ada kata-kataku yang tidak berkenan di hati kalian semoga tulisanku ini bermanfaat bagi kita semua dan jaga terus kesehatan kalian. Goodbye everyone, see you again..

Referensi
Sitti Raudhotul Jami’ah. 2018. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (MusaParadisiaca sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, Vol 4.No.1.

Fessenden R.J., dan J.S. Fessenden.1986. Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta :  Erlangga.

Singhal, M., dan Purnima, R. 2013. Antioxidant activity, Total Flavonoid and Total Phenolic Content of Musa Acuminate Peel Extracts. Global Journal of Pharmacology 7 (2): 118-122.

Someya, S., Yoshiki, Y., dan Okubo, K. 2002. Antioxidant Compoundsfrom Bananas (Musa cavendish). Food Chemistry 79 (3):351-354.

Ida Ayu Raka Astiti Asih. 2018. AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG (Musa sp.) TERHADAP Escherichiacoli DAN Staphylococcus aureus SERTA IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA AKTIFNYA. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 6 Nomor 1.



ANTIOKSIDAN DAN RADIKAL BEBAS

MANFAAT ANTIOKSIDA DAN EFEK DARI RADIKAL BEBAS Apakah antioksidan itu? Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap at...