Kamis, 19 Maret 2020

Manfaat Kulit Pisang Sebagai Antioksidan Kulit




Manfaat Kulit Pisang Sebagai Antioksidan Kulit


Hello everyone.... welcome back to my blog

So postingan kali ini aku akan membahas tentang antioksidan kulit yang berasal dari bahan alami. Karna ini bahan alami jadi hal pertama kali yang terlintas di kepal kalian saat mendengar kata tersebut pasti sesuatu hal yang berbau tradisional bukan ? Kalian benar sekali sobat! Ya kali ini aku bakalan membahas tentang manfaat  kulit pisang sebagai antioksidan kulit. Siapa sih yang ga tau sama kulit pisang ?. Pasti semuanya udah pernah ngeliatkan gimana kulit pisang itu bukan, bahkan bisa jadi buah pisang  adalah salah satu buah favorite kalian wkwkwk... becanda dari pada kebanyakan basa-basi lebih baik langsung aja ya kita ke inti sari dari postingan aku kali ini. Let start it !!!

Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Menurut Fessenden dan Fessenden 1986, Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan d an sangat reaktif sehingga untuk menjadi stabil ia cenderung akan mengambil elektron dari molekul lain yang menimbulkan ketidaknormalan molekul lain dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak jaringan. Oleh sebab itu diperlukan senyawa yang dapat meredam efek negatif dari radikal bebas yaitu antioksidan. Antioksidan itu sendiri merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain.

Pisang adalah sesuatu yang lumrah kalian jumpai di pasar atau lingkungan sekitar kalian. Nah tanaman ini salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yang diperlukan oleh kulit. Salah satu jenis pisang yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah pisang raja, bahkan kulit pisang raja mengandung antioksidan yang lebih tinggi dari daging buahnya. Pada umumnya buah pisang yang  dimanfaatkan sedangkan kulitnya dibuang. Hasil pengolahan pisang menjadi bahan makanan seperti keripik, sale,  dan gorengan, maupun dikonsumsi secara langsung akan menghasilkan limbah berupa kulit pisang. Pemanfaatan kulit pisang di Indonesia masih sangat terbatas, misalnya sebagai campuran pakan ternak, pupuk kandang dan kompos.

Kulit pisang merupakan sumber senyawa fenol yang merupakan salah satu antioksidan pada kanker dan penyakit hati (Someya, 2002). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rose tahun 2013 yang menguji aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak metanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum) yang dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol menyatakan bahwa fraksi metanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum) menunjukkan positif flavonoid dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekstrak metanol dan fraksi n-heksan. Flavonoid adalah kelompok senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Beberapa tahun lalu flavonoid menjadi sangat terkenal di kalangan peneliti karena dipercaya memiliki kemampuan untuk memproteksi tubuh manusia dari radikal bebas oleh kemampuan mendonasi ion hidrogennya.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan tersebut dapat kita ketahui bahwa pisang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita salah satunya kulit pisang yang bermanfaat sebagai antioksidan kulit. Sekarang kalian  sudah tahu bukan bahwa kulit pisang itu sangat bermanfaat bagi kita. Jadi teman-teman sekalian kalau memakan buah pisang kulitnya jangan langsung dibuang ya ! lebih baik kalian memanfaatkan kulit pisang itu untuk dibuat suatu produk yang berguna dan memiliki nilai jual yang tinggi dikemudian hari.

Nah sudah sampai disini ya teman-teman, kuucapkan Terimakasih dan mohon maaf jikalau ada kata-kataku yang tidak berkenan di hati kalian semoga tulisanku ini bermanfaat bagi kita semua dan jaga terus kesehatan kalian. Goodbye everyone, see you again..

Referensi
Sitti Raudhotul Jami’ah. 2018. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (MusaParadisiaca sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, Vol 4.No.1.

Fessenden R.J., dan J.S. Fessenden.1986. Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta :  Erlangga.

Singhal, M., dan Purnima, R. 2013. Antioxidant activity, Total Flavonoid and Total Phenolic Content of Musa Acuminate Peel Extracts. Global Journal of Pharmacology 7 (2): 118-122.

Someya, S., Yoshiki, Y., dan Okubo, K. 2002. Antioxidant Compoundsfrom Bananas (Musa cavendish). Food Chemistry 79 (3):351-354.

Ida Ayu Raka Astiti Asih. 2018. AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG (Musa sp.) TERHADAP Escherichiacoli DAN Staphylococcus aureus SERTA IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA AKTIFNYA. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 6 Nomor 1.



ANTIOKSIDAN DAN RADIKAL BEBAS

MANFAAT ANTIOKSIDA DAN EFEK DARI RADIKAL BEBAS Apakah antioksidan itu? Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap at...