Manfaat Kulit Pisang Sebagai
Antioksidan Kulit
Hello
everyone.... welcome back to my blog
So postingan kali ini aku akan membahas tentang antioksidan kulit yang berasal dari bahan alami. Karna ini bahan alami jadi hal pertama kali yang terlintas di kepal kalian saat mendengar kata tersebut pasti sesuatu hal yang berbau tradisional bukan ? Kalian benar sekali sobat! Ya kali ini aku bakalan membahas tentang manfaat kulit pisang sebagai antioksidan kulit. Siapa sih yang ga tau sama kulit pisang ?. Pasti semuanya udah pernah ngeliatkan gimana kulit pisang itu bukan, bahkan bisa jadi buah pisang adalah salah satu buah favorite kalian wkwkwk... becanda dari pada kebanyakan basa-basi lebih baik langsung aja ya kita ke inti sari dari postingan aku kali ini. Let start it !!!
(Gambar Pisang sumber https://hot.liputan6.com/read/3937520/10-manfaat-kulit-pisang-untuk-kecantikan-dan-kesehatan-tubuh)
Oksidasi adalah reaksi kimia yang
dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat
merusak sel. Menurut Fessenden dan Fessenden 1986, Radikal bebas merupakan atom
atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan d an
sangat reaktif sehingga untuk menjadi stabil ia cenderung akan mengambil
elektron dari molekul lain yang menimbulkan ketidaknormalan molekul lain dan
memulai reaksi berantai yang dapat merusak jaringan. Oleh sebab itu diperlukan
senyawa yang dapat meredam efek negatif dari radikal bebas yaitu antioksidan. Antioksidan itu sendiri merupakan
molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain.
Pisang adalah sesuatu yang lumrah
kalian jumpai di pasar atau lingkungan sekitar kalian. Nah tanaman ini salah
satu tanaman yang mengandung antioksidan yang diperlukan oleh kulit. Salah satu
jenis pisang yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah pisang raja, bahkan
kulit pisang raja mengandung antioksidan yang lebih tinggi dari daging buahnya.
Pada umumnya buah pisang yang
dimanfaatkan sedangkan kulitnya dibuang. Hasil pengolahan pisang menjadi
bahan makanan seperti keripik, sale, dan
gorengan, maupun dikonsumsi secara langsung akan menghasilkan limbah berupa
kulit pisang. Pemanfaatan kulit pisang di Indonesia masih sangat terbatas, misalnya
sebagai campuran pakan ternak, pupuk kandang dan kompos.
Kulit pisang merupakan sumber
senyawa fenol yang merupakan salah satu antioksidan pada kanker dan penyakit
hati (Someya, 2002). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rose tahun 2013
yang menguji aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak metanol kulit pisang
raja (Musa paradisiaca Sapientum) yang dilakukan dengan cara maserasi dengan
menggunakan pelarut metanol menyatakan bahwa fraksi metanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum) menunjukkan
positif flavonoid dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang
lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekstrak metanol dan fraksi n-heksan. Flavonoid adalah kelompok senyawa bioaktif
yang banyak ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Beberapa
tahun lalu flavonoid menjadi sangat terkenal di kalangan peneliti karena
dipercaya memiliki kemampuan untuk memproteksi tubuh manusia dari radikal bebas
oleh kemampuan mendonasi ion hidrogennya.
Berdasarkan
penelitian yang sudah dilakukan tersebut dapat kita ketahui bahwa pisang sangat
bermanfaat bagi kehidupan kita salah satunya kulit pisang yang bermanfaat
sebagai antioksidan kulit. Sekarang kalian
sudah tahu bukan bahwa kulit pisang itu sangat bermanfaat bagi kita.
Jadi teman-teman sekalian kalau memakan buah pisang kulitnya jangan langsung
dibuang ya ! lebih baik kalian memanfaatkan kulit pisang itu untuk dibuat suatu
produk yang berguna dan memiliki nilai jual yang tinggi dikemudian hari.
Nah sudah
sampai disini ya teman-teman, kuucapkan Terimakasih dan mohon maaf jikalau ada
kata-kataku yang tidak berkenan di hati kalian semoga tulisanku ini bermanfaat
bagi kita semua dan jaga terus kesehatan kalian. Goodbye everyone, see you again..
Referensi
Sitti Raudhotul Jami’ah. 2018. Uji
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (MusaParadisiaca
sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, Vol
4.No.1.
Fessenden R.J., dan J.S. Fessenden.1986.
Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta :
Erlangga.
Singhal, M., dan Purnima, R. 2013. Antioxidant
activity, Total Flavonoid and Total Phenolic Content of Musa Acuminate Peel Extracts.
Global Journal of Pharmacology 7 (2):
118-122.
Someya, S., Yoshiki, Y., dan Okubo, K.
2002. Antioxidant Compoundsfrom Bananas
(Musa cavendish). Food Chemistry 79 (3):351-354.
Ida Ayu Raka Astiti Asih. 2018. AKTIVITAS
ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG (Musa sp.) TERHADAP Escherichiacoli DAN
Staphylococcus aureus SERTA IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA AKTIFNYA.
Cakra Kimia (Indonesian
E-Journal of Applied Chemistry) Volume 6 Nomor 1.

Wahhhhh menarik sekali yah bagus terima kasih infonya kaka
BalasHapusiya sama-sama, tunggu update saya selanjutnya ya..
HapusMenarik sekali artikelnya,,,semangat terus ya kaka 🙃
BalasHapusiya sama-sama, tunggu update-an saya selanjutnya ya..
Hapussyuka banget sama pisang kakak, dan baru tau manfaatnya sebagai antioksidan
BalasHapusWaaaahh selain aku suka warna kuning, aku juga pisang loh banyak
BalasHapusbanget manfaatnya soalnya 😍, apalagi kamu hehehe
Ternyata kulit pisang yg sering kita sia siakan banyak manfaatnya, wah terimakasih atas infonya kaka
BalasHapusInformasi nya sangat bermanfaat, terimakasih kakaaa
BalasHapusnice articel kakak
BalasHapusMantap, artikel nya menambah wawawan sekali, jadi tau manfaat kulit pisang yang biasanya fi buang aja, semangat terus ya kak tingkatkan ehe
BalasHapusArtikelnya bagus sekali 👍
BalasHapusBagus sekali 👍👍
BalasHapusWahhhhhh sangat menarikkk,terimakasih infonya :)
BalasHapus